mbah Darwin, seandainya beliau masih hidup, pasti bakal minta para darwinis membakar semua buku yang berisi teori evolusi seperti yang dilakukan banyak pihak di perancis terhadap buku2 baru berjudul “Atlas of Creation” yang ditulis oleh Harun Yahya. sebagai seorang yang diagungkan oleh banyak pihak saya juga yakin Mbah Darwin akan senang bahwa keraguan-keraguannya terhadap pernyataanya sendiri tentang keberadaan organisme menemukan jawaban muara yang berpijak pada fakta yang valid!
kemana kita akan melangkah ketika satu hal besar yang selama ini menjadi obyek penelitian menemukan jawabannya ?
ilmu pengetahuan menjadikan nalar logika dan fakta sebagai tiang utamanya. tentu saja nalar logika dan fakta ini tidak berdiri tanpa makna. akal fikiran ada sebagai sekop penggali sementara fakta yang tersimpan dalam banyak bentuk, fosil, warna, gravitasi dan sebagainya sebagai material pembuktian, pembuktian terhadap apa ?
di menengah pertama dulu diajarkan bahwa jerapah berleher panjang karena menurut teori evolusi ia menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempatnya mencari makan. jerapah yang berhasil bertahanlah yang memiliki bentuk leher sedemikian aneh, canggung, unik.
padahal tidak demikian, begitu menurut sebuah fakta yang didapat dari hasil melakukan banyak penelitian oleh seorang muslim turki Adnan Oktar yang dikenal dengan nama pena Harun yahya. yang selama satu tahun belakangan ini ternyata telah menulis buku baru berisi fakta-fakta yang valid yang menyebutkan bahwa evolusi tidak pernah terjadi. yang dengan sendirinya menjadi sebuah anti-teori dari apa yang dikenal banyak orang sebagai darwinisme.
terkait dengan contoh di atas. keberadaan organisme di bumi adalah penciptaan, bukan perubahan untuk menyesuaikan kepada lingkungan. fakta sederhana terpenting. tidak pernah ada fosil peralihan yang membuktikan terjadinya perubahan bentuk suatu organisme.
apa yang terjadi ketika sebuah karya imajiner menjadi kitab suci? tentunya kebingungan. sebagai bagian dari mereka yang meyakini ilmu pengetahuan adalah salah satu cara mengetahui terjadinya alam semesta.
Seperti juga Adnan Oktar yang meminta agar “creation” disebarkan, namun evolusi tetap diajarkan sebagai pembanding, tentunya mbah Darwin malah akan meminta buku2 karyanya tetap diperpustakaan saja. siapkah kita menerima sebuah hal baru di satu abad yang baru saja berangkat. hal yang menyatakan bahwa nenek moyang kita bukanlah mikroba, pelaut barangkali iya!