sains, demikian saya baca di “supernova” adalah jendela kaca yang siap untuk dipecahkan kapan saja. lahirnya hal-hal baru tentu saja yang tersirat di kalimat tersebut. sukar untuk menampung sedemikian banyak perubahan, meski misalnya saya hanya memiliki indra yang terbatas.
yang menarik, ilmu pengetahuan tidak harus selalu baru, pengetahuan pada dasarnya adalah sesuatu yang timbul secara alami dari pengalaman. ilmu sendiri adalah sesuatu yang dituntut kepada, kembali lagi, manusia. mengapa dituntut. karena dengan adanya kesadaran menuntut ilmu akan lahir pengalaman-pengalaman ketika menjalani tuntutan akan ilmu tersebut. keberadaan ilmu menjadi sesuatu yang baru ketika kita mengecapnya pertama kali. kita merasakan hal yang baru, sesuatu
yang fresh, meski barangkali sesuatu itu sudah bertahun, berabad, mungkin pula seumur keberadaan bumi, atau lebih ( maaf kalo sepertinya gawat
Atlas of creation, memperjelas tentang itu, saya yang lahir muslim, mungkin lebih “beruntung” bisa lebih memamahai pengertian penciptaan. Dan paham bahwa penciptaan bukan sesuatu yang baru.
Sains selalu menjadi hantu pembunuh gagasan2 lama. tapi penciptaaan tidak pernah membunuh apapun, ia tidak pula bersembunyi. kitalah yang selama ini tidak sadar tentang keberadaannya. menggagas diri tentang keberadaan pribadi, bagaimana sesuatu yang kompleks dapat ada. bagaimana awalnya. ini adalah kutipan dari sebuah artikel: gagasan apa yang lebih besar yang dipikirkan para ilmuwan selain keberadaan organisme dan bagaiman alam semesta dapat ada ?
Satu komentar
Ceilee…. gw nongkrong yang pertama, nih. Asyik nih ngga ada yang nggangguin baca.